Tampilkan postingan dengan label traveling. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label traveling. Tampilkan semua postingan

Minggu, 15 April 2012

Memilh Tas Traveling



Tas yang kita gunakan untuk perjalanan juga menentukan semudah apa perjalanan kita nanti. Tas yang terlalu besar akan mendorong kita untuk membawa terlalu banyak barang (overpack), sedangkan tas yang terlalu kecil akan mendorong kita untuk membeli tas lagi.

Di sisi lain, ergonomi tas juga penting, jangan sampai tas yang kita gunakan sehari-hari untuk berkeliling malah memberatkan diri sehingga punggung sakit, misalnya. Berikut beberapa tips memilih tas untuk perjalanan:


 

 

Tipe

Ransel, jinjing, seret atau koper? Di antara semua pilihan itu, mana yang paling cocok digunakan di hampir semua jenis perjalanan? Kalau saya, tas ransel dan jinjing menjadi favorit karena fleksibel dan ringkas. Khawatir berat dan susah dibawa? Di sinilah pentingnya ergonomi. Berkeliling di bandara? Jangan khawatir, selalu ada troli jika sangat dibutuhkan. Tas seret dan koper cenderung berat, menyulitkan dan berpotensi membahayakan individu lain, misalnya ketika mengangkat ke kompartemen bagasi pesawat di dalam kabin.

 

Desain

Pilih tas yang memaksimalkan ruang. Tas dengan dimensi mendekati persegi akan lebih maksimum dalam memanfaatkan ruang, sedangkan yang dimensinya cenderung “aerodinamis” atau melengkung justru mengurangi ruang. Selain dimensi, bahannya harus kuat, sambungan dan retsletingnya jika ada harus berkualitas tinggi. Cari tas yang banyak kompartemennya. Jika tidak, belilah kantong-kantong kecil (pouch) yang bisa mengorganisir bagian dalam tas. Warna bebas sesuai selera, namun jika bisa unik maka lebih baik karena mempermudah pencarian ketika mengambil bagasi, misalnya.

 

Ukuran

Pejalan independen akan selalu mengutamakan membawa bagasi dalam kabin saja, sehingga harus menuruti ukuran maksimum kabin maskapai pada umumnya, sekitar 105 - 185cm total dengan menjumlah panjang, tinggi dan lebar tas. Jika memilih ransel, usahakan memilih yang ramping tetapi tinggi, daripada pendek tapi melebar. Jika harus memiliki tas seret atau koper, usahakan yang kecil atau sedang. Perhatikan ukuran maksimum bagasi kabin.

 

Muatan

Sebisa mungkin, cari tas yang ukurannya bisa menampung baju minimal tiga pasang dan maksimum tujuh pasang. Tujuan utamanya di sini adalah agar perjalanan itu mudah dan jika bepergian dengan pesawat, tidak perlu melakukan baggage check-in. Pertimbangkan juga isi tas lain seperti misalnya peralatan elektronik, alat mandi, dokumen, dan lain sebagainya. Satu atau dua tas cukup untuk setiap perjalanan. Pertimbangkan juga kekuatan maksimum tas tersebut, misalnya sekian kilogram atau liter.

oleh Sigit Adinugroho, disadur dari Yahoo

Menghindari Kehilangan Bagasi

Kiat Menghindari Kehilangan Bagasi

Anda menunggu sekian lama di depan ban berjalan di bandara, tapi tas dan koper Anda tidak juga muncul. Padahal, para penumpang lain sudah mengambil barang bawaan mereka masing-masing. Siapa yang tidak panik bila mengalami kejadian seperti ini?

Lama menunggu? Jangan-jangan tas Anda tak sampai dengan selamat. Foto: Digital Vision
Kasus kehilangan bagasi penumpang pesawat cukup sering terjadi. Menurut survei yang dilakukan sebuah lembaga di Amerika Serikat, 1 dari 150 penumpang menemui masalah dengan bagasinya, entah itu hilang atau tidak terangkut dalam pesawat yang semestinya.

Meskipun belum ada survei serupa di Indonesia, temuan ini memberi peringatan bahwa masalah ini tak boleh dianggap sepele. Berikut ini beberapa saran untuk menghindari kehilangan bagasi:

Tidak membawa bagasi

Cara paling gampang menghindari kehilangan bagasi adalah tidak membawa bagasi sama sekali. Tapi tentunya Anda tidak bisa membawa semua barang seenaknya ke dalam kabin pesawat. Khususnya maskapai berbiaya murah, mereka menerapkan aturan yang sangat ketat mengenai berat barang bawaan. Biasanya maksimal 7 kg.

Karena itu, terapkan prinsip berkemas ringkas dan bawa barang yang diperlukan saja. Kalau terpaksa membawa banyak barang, hindari memasukkan semua koper atau tas ke dalam bagasi. Apa jadinya kalau bagasi hilang dan Anda tidak membawa apa-apa ke dalam kabin? Pastikan barang-barang penting dan beberapa helai pakaian dibawa bersama Anda. Ini untuk jaga-jaga kalau bagasi Anda bermasalah.

Lakukan check-in awal

Karena malas mengantre, banyak orang memilih check-in beberapa menit sebelum loket ditutup. Asumsi mereka, buat apa buru-buru, toh kita bisa berjalan cepat-cepat ke tempat parkir pesawat dalam waktu kurang dari 10 menit. Tapi tahukah Anda, kebiasaan ini bisa membuat Anda kehilangan bagasi.

Anda bisa saja berjalan tergesa-gesa ke pesawat, tapi bagasi Anda tidak. Proses yang harus ditempuh barang bagasi lebih panjang dan rumit ketimbang manusia. Setiap hari, petugas bandara harus mengurus ribuan bagasi penumpang. Kalau Anda telat check-in, bisa dipastikan akan mengganggu mekanisme kerja dan kemungkinan bagasi Anda bisa hilang.

Karena alasan keamanan, seringkali pula petugas bandara harus membongkar bagasi penumpang. Bayangkan kalau kalau waktu keberangkatan begitu mepet, bisa jadi bagasi Anda tak sempat naik ke pesawat.

Bubuhkan identitas diri

Saya punya pengalaman menarik ketika menumpang pesawat Singapore Airlines. Saat check-in semua penumpang diminta menulis nama, alamat, nomor penerbangan, nomor telepon dan lokasi tujuan di sebuah stiker yang kemudian ditempel di tas atau koper. Sayangnya tidak semua maskapai menerapkan cara tersebut, padahal itu bisa mengurangi resiko kehilangan bagasi.

Kasus kehilangan bagasi sering terjadi karena petugas salah memberi label rute atau labelnya rusak saat bagasi dibawa. Nah, kalau ada identitas pemilik pada koper atau tas tersebut, petugas akan lebih mudah mengidentifikasinya lalu mengirimnya pada penerbangan yang benar. Kalau maskapai yang Anda tumpangi tidak mewajibkan penulisan identitas, coba buat sendiri stiker tersebut atau tuliskan data diri Anda pada bagian yang mudah terlihat.

Pilih penerbangan langsung

Kasus kehilangan bagasi lebih sering terjadi pada penerbangan transit. Saat transit, bagasi kita harus berpindah pesawat dan ini membawa kerumitan tersendiri. Maskapai yang kurang profesional seringkali tidak memiliki mekanisme yang ketat untuk mengatur bagasi penumpang yang transit. Tak mengherankan kalau kasus kehilangan bagasi menjadi lebih tinggi.

Potret semua barang bawaan

Sebelum berangkat ke bandara, biasakan memotret semua barang bawaan Anda dengan kamera telepon genggam atau perangkat lainnya yang praktis. Petugas akan lebih mudah mengidentifikasi bagasi Anda setelah ditunjukkan foto tersebut. Foto itu juga akan berfungsi sebagai bukti kepemilikan kalau Anda mendapat masalah dengan bagasi.



Oleh Hairun Fahrudin, disadur dari Yahoo Jalan-jalan yuk




Tips Travelling Untuk Perempuan

Tips Traveling Khusus Cewek